SELAMAT TEKA NANG BLOGE MAS AAN
Apa yang akan anda baca hanyalah pengetahuan yang sudah ada sebelumnya, dan mudah-mudahan anda belum pernah membacanya.. Semoga dengan berkunjung kesini anda bisa tambah ilmu dan pengetahuan yang berkesan.. amiin

Kamis, 28 April 2011

Orang Kurus Umurnya Lebih Pendek (Teori)

¤ Cemburu dengan orang yang banyak makan tapi
tetap kurus tanpa
berolahraga? Tampaknya itu
sebuah kesalahan. Anda akan
mensyukuri bentuk tubuh saat
ini kalau mengetahui bahwa orang berperawakan kurus
cenderung bisa lebih pendek
usia. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa orang dengan
metabolisme tubuh yang cepat
tidak akan hidup sepanjang
orang-orang yang membakar
kalori lebih lambat. Temuan yang didasarkan pada studi
lebih dari 600 responden,
menunjukkan bahwa
peningkatan metabolisme tubuh
bisa mempercepat proses
penuaan. Orang kurus biasanya memiliki
metabolisme tubuh yang lebih
cepat ketimbang mereka yang
berperawakan gemuk. Penelitian lain yang melibatkan
tikus percobaan menunjukkan
adanya hubungan kuat antara
umur dan tingkat metabolisme.
Makhluk yang membakar energi
lebih cepat memiliki hidup lebih pendek dibandingkan yang
membakar energi secara
perlahan. Bukti lain juga ditemukan oleh
para ilmuwan asal Amerika
Serikat. Mereka membandingkan
tingkat metabolisme dan jangka
hidup 652 suku Pima Indian di
Arizonna selama 21 tahun. Para ilmuwan yang berasal dari
The National Institutes of
Health ini mengukur seberapa
cepat tubuh suku Indian
mengubah makanan menjadi
energi selama 24 jam. Mereka juga mengukur resting
metabolic rate (RMR), yaitu
seberapa banyak energi yang
digunakan tubuh untuk menjaga
kerja paru-paru dan jantung. Hasil penelitian yang diterbitkan
dalam The Journal of Clinical
Endocrinology and Metabolism
menunjukkan bahwa suku Indian
yang memiliki metabolisme lebih
tinggi cenderung lebih cepat meninggal. "Kami menemukan bahwa
semakin tinggi tingkat
metabolisme bagi fungsi normal
tubuh akan memperbesar
faktor risiko kematian yang
lebih cepat," ujar peneliti Dr. Reiner Jumpertz. Ia juga menambahkan bahwa
peningkatan metabolisme dapat
menyebabkan kerusakan organ
tubuh lebih cepat. Namun, hal
ini tidak berlaku pada energi
yang dibakar karena aktivitas berat atau olahraga. Karena,
aktivitas tersebut justru
sangat menyehatkan. Oleh sebab itu, janganlah hilang
percaya diri karena Anda tidak
memiliki bentuk tubuh langsing
bak model.
(DailyMail.co.uk)

37 KEBIASAAN ORANG TUA YANG MENYEBABKAN PERILAKU BURUK ANAK

1. Raja yang Tak Pernah Salah

Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya sudah cup.cupdiem ya..Akhirnya si anak pun terdiam.

Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah.
Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan.

Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.

====

2. Berbohong Kecil

Awalnya anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, Mengapa? KArena mereka percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita lagi?

Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan, Papa/Mama hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaaar saja ya, Sayang. Tapi ternyata, kita pulang malam. Contah lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita,Kalo maemnya susah, nanti Papa?Mama tidak ajak jalan-jalan loh. Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali.

Dari beberapa contah di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan bohong kecil”, dampaknya ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak. akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian:
Sayang, Papa/Mama mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo Papa/Mama ke kebun binatang, kamu bisa ikut.
Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus bersabar dan lakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami keadaan mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya bila pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak orang tuanya. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Anak akan mampu memahami yang kita katakan dan menuruti yang kita katakan.

====

3. Banyak Mengancam

Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong
Jangan ganggu adik,nanti MAma/Papa marah

Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas, pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan.nanti Mama/Papa marah

Seorang anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; dia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman dengan kata-kata,namun setelah itu tidak ada tindak lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah kita ucapkan

Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya. tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan. Sikap itu juga dipertegas dengan kata-kata, Sayang, Papa/Mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini pada adikmu. Papa/Mama akan makin sayang sama kamu.Tidak perlu dengan ancaman atau teriaka-teriakan. Atau kita bisa juga menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu,Papa/Mama akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. MAinan akan Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu. Tepati pernyataan kita dengan tindakan.

=====

4. Mengajari Anak untuk Membalas

Sebagian anak ada yang memiliki kecenderungan suka memukul dan sebagian lagi menjdai objek penderita dengan lebih banyak menerima pukulan dari rekan sebayanya. Sebagian orang tua biasanya tidak sabar melihat anak kita disakiti dan memprovokasi anak kita unutuk membalasnya. Hal ini secara tidak langsung mengajari anak balas dendam. Sebab pada saat itu emosi anak sedang sensitif dan apa yang kita ajarkan saat itu akan membekas. Jangan kaget bila anak kita sering membalas atau membalikkan apa yang kita sampaikan kepadanya.

Solusinya adalah:
1. mengajarkan anak untuk menghindari teman-teman yang suka menyakiti.
2. Menyampaikan pada orang tua yang bersangkutan bahwa anak kita sering mendapat perlakuan buruk dari anaknya.
3. ajaklah orang tua anak yang suka memukul untuk mengikuti program parenting baik di radio atau media lainnya.

======

5. Televisi sebagai agen Pendidikan Anak

Perilaku anak terbentuk karena 4 hal:
1. berdasar kepada siapa yang lebih dulu mengajarkan kepadanya: kita atau TV?
2. oleh siapa yang dia percaya: apakah anak percaya pada kata2 kita atau ketepatan wakyu program2 TV?
3. oleh siapa yang meyampaikannya lebih menyenangkan: apakah kita menasehatinya dengan cara menyenangkan atau program2 TV yang lebih menyenangkan?
4. oleh siapa yang sering menemaninya: kita atau TV?

Solusinya:
1. Bangun komunikasi dan kedekatan dengan mengevaluasi 4 hal tersebut yang menjadi faktor pembentuk perilaku anak kita.
2, Menggantinya dengan kegiatan di rumah atau di luar rumah yang padat bagi anak2nya.
3. Gantilah program TV dengan film2 pengetahuan yang lebih mendidik dan menantang mulai dari kartun hingga CD dalam bentuk permainan edukatif.

=====
6. Memberi julukan yang buruk

Kebiasaan memberikan julukan yang buruk pada anak bisa mengakibatkan rasa rendah diri, tidak percaya diri/mimder, kebencian juga perlawanan. Adakalanya anak ingin membuktikan kehebatan julukan atau gelar tersebut pada orang tuanya.

Solusinya
Mengganti julukan buruk dengan yang baik, seperti, anak baik, anak hebat, anak bijaksana. Jika tidak bisa menemukannya cukup dengan panggil dengan nama kesukaannya saja.

====
7. Menyindir

Terkadang karena saking marahnya orang tua sering mengungkapkannya dengan kata2 singkat yang pedas dengan maksud menyindir, seperti,Tumben hari gini sudah pulang”, atau Sering2 aja pulang malem atau”MEmang kamu pikir Mama/Papa in satpam yang jaga pintu tiap malam?”.
KEbiasaan ini tidak akan membuat anak kita menyadari akan per i laku buruknya tapi malah sebaliknya akan mebuat ia semakin menjadi-jadi dan menjaga jarak dengan kita. Kita telah menyakiti hatinya dan membuatnya tidak ingin berkomunikasi dengan kita.

Solusinya adalah
Katakanlah secara langsung apa yang kita inginkan dengan kalimat yang tidak menyinggung perasaan, memojokkan bahkan menyakiti hatinya. Katakan saja, Sayang, Papa/Mama khawatir akan keselamatan kamu lho kalo kamu pulang terlalu malam”. Dan sejenisnya.

====

8. Mengejek

Orang tua yang biasa menggoda anaknya, seringkali secara tidak sadar telah membuat anak menjadi kesal. Dan ketika anak memohon kepada kita untuk tidak menggodanya, kita malah semakin senang telah berhasil membuatnya kesal atau malu. Hal ini akan membangun ketidaksukaan anak pada kita dan yang sering terjadi anak tidak menghargai kita lagi. Mengapa? Karena ia menganggap kita juga seperti teman2nya yang suka menggodanya,

Solusinya adalah

Jika ingin bercanda dengan anak kita, pilihlan materi bercanda yang tidak membuatnya malu atau yang merendahkan dirinya. Akan jauh lebih baik jika seolah-olah kitalah yang jadi badut untuk ditertawakan. Anak kita tetap aka n menghormati kita sesudah acara canda selesai. Jagalah batas2 dan hindari bercanda yang bisa membuat anak kesal apalagi malu. Bagimana caranya? Lihat ekspresi anak kita. Apakah kesal dan meminta kita segera menghentikannya? Bila ya, segeralah hentikan dan jika perlu meminta maaflah ayas kejadian yang baru terjadi. Katakan bahwa kita tidak bermaksud merendahkannya dan kita berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

====

9. MEnghukum Anak Saat Kita MArah

Hal yang perlu kita perhatikan dan selalu ingat adalah jangan pernah memberikan sanksi atau hukuman apa pun pada anak ketika emosi kita sedang memuncak. Pada saat emosi kita sedang tinggi, apa pun yang keluar dari mulut kita, baik dalam bentuk kata2 maupun hukuman akan cenderung menyakiti dan menghakimi dan tidak menjadikan anak lebih baik. Kejadin tersebut akan membekas meski ia telah beranjak dewasa. Anak juga bisa mendendam pada orang tuanya karena sering mendapatkan perlakuan di luar batas.

Solusinya adalah

1. bila kita sedang sangat marahm segeralah menjauh dari anak. Pilihlah cara yang tepat untuk bisa menurunkan amarah kita dengan segera.
2. Saat marah kita cenderung memberikan hukuman yang seberat2ya pada anak kita, dan hanya akan menimbulkan perlawanan baru yang lebih kuat dari anak kita, sementara tujuan pemberian sanksi adalah untuk menyadarkan anak supaya ia memahami perilaku buruknya. Setelah emosi reda, barulah kita memberikan hukuman yang mendidik dan tepat dengan konteks kesalahan yang diperbuat. Ingat, prinsip hukuman adalah untuk mendidik bukan menyakiti. Pilihlah bentuk sanksi atau hukuman yang mengurangi aktivitas yang disukainya, seperti mengurangi waktu main game, atau bermain sepeda.

====

10. Terpancing Emosi

Jika ada keinginannya yang tidak terpenhi anak sering kali rewel atau merengak, menagis, berguling dsb, dengan tujuan memancing emosi kita yang apda kahirnya kita marah atau malah mengalah. Jika kita terpancing oleh emosi anak, anak akan merasa menang, dan merasa bisa megendalikan orang tuanya. Anak akan terus berusaha mengulanginya pada kesempatan lain dengan pancingan emosi yang lebih besar la gi.

Solusinya
Yang terbaik adalah diam, tidak bicara, dan tidak menanggapi. Jangan pedulikan ulah anak kita. Bila anak menangis katakan padanya bahwa tangisannya tidak akan mengubah keputusan kita. Bila anak tidak menangis tapi tetap berulah, kita katakana saja bahwa kita akan mempertimbangkan keputusan kita dengan catatan si anak tidak berulah lagi. Setelah pernyataan itu kita keluarkan, lakukan aksi diam. Cukup tatap dengan mata pada anak kita yang berulah, hingga ia berhenti berulah, Bila proses ini membutuhkan waktu lebih dari 30 menit tabahlah untuk melakukannya. Dalam proses ini kita jangan malu pada orang yang memperhatikan kita; dan jangan pula ada orang lain yang berusaha menolong anak kita yang sedang berulah tadi.. SEKALI KITA BERHASIL MEMBUAT ANAK KITA MENGALAH, MAKA SELANJUTNYA DIA TIDAK AKAN MENGULANGI UNTUK YANG KEDUA KALINYA.

====

11. Bicara Tidak Tepat Sasaran

Pernahkah kita menghardik anak dengan kalimat seperti, Papa/Mama tidak suka bila kamu begini/begitu atau Papa/Mama tidak mau kamu berbuat seperti itu lagi Namun kita lupa menjelaskan secara rinci dan dengan baik, hal2 atau tindakan apa saja yang kita inginkan. Anak tidak pernah tahu apa yang diinginkan atai dibutuhkan oleh orang tuanya dalam hal berperilaku. Akibatnya anak terus mencoba sesuatu yang baru. Dari sekian banyak percobaan yang dilakukannya, ternyata selalu dikatakan salah oleh orang tuanya. Hal ini mengakibatkan mereka berbalik untuk dengan sengaja melakukan hal2 yang tidak disukai orang tuanya. Tujuannya untuk mrmbuat orang tuanya kesal sebagia bentuk kekesalan yang juga ia alami (tindakannya selalu salah di hadapan orang tua).

Solusinya adalah
Sampaikanlah hal2 atau tindakan2 yang kita inginkan atau butuhkan pada saat kita menegur mereka terhadap perilaku atau hal yang tidak kita sukai.Komnikasikan secara intensif hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan. Dan pada waktunya, ketika mereka sudah megalami dan melakukan segala hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan , ucapkanlah terimakasih dengan tulus dan penuh kasih sayang atas segala usahanya untuk berubah.

===

12. Menekankan pada Hal2 yang Salah

Kebiasaan ini hampir sama dengan kebiasaan di atas. Banyak orang tua yang sering mengeluhkan tentang anak2nya tidak akur, suka bertengkar. Pada saat anak kita bertengkar, perhatian kita tertuju pada mereka, kita mencoba melerai atau bahkan memarahi. Tapi apakah kita sebagai orang tua memperhatikan mereka pada saat mereka bermain dengan akur? Kita seringkali menganggapnya tidak perlu menyapa mereka karena mereka sedang akur. Pemikiran tersebut keliru, karena hak itu akan memicu mereka untuk bertengkar agar bisa menarik perhatian orang tuanya,

Solusinya adalah
Berilah pujian setiap kali mereka bermain sengan asyik dan rukun, setiap kali mereka berbagi di antara mereka dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami, missal:Nha, gitu donk kalau main. Yang rukun.. Peluklajh mereka sebagai ungkapan senang dan sayang.

===

13. Papa dan Mama Tidak Kompak

Mendidik abak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Orang tua harus memiliki kata sepakat dalam mendidik anak2nya. Anak dapat dengan mudah menangkap rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi dirinya. Misal, seorang Ibu melarang anaknya menonton TV dan memintanya untuk mengerjakan PR, namun pada saat yang bersamaan, si bapak membela si anak dengan dalih tidak mengapa nonton TV terus agar anak tidak stress. Jika hal ini terjadi, anak akan menilai ibunya jahat dan bapaknya baik, akibatnya setiap kali ibunya memberi perintah, ia akan mulai melawan dengan berlindung di balik pembelaan bapaknya. Demikian juga pada kasus sebaliknya. Oleh karena itu, orang tua harus kompak dalam mendidik anak. Di hadapan anak, jangan sampai berbeda pendapat untuk hal2 yang berhubungan langsung dengan persoalan mendidik anak. Pada saat salah satu dari kita sedang mendidik anak, maka pasangan kita harus mendukungnya. Contoh, ketika si Ibu mendidik anaknya untuk berlaku baik terhadap si Kakak, dan si Ayah mengatakan ,Kakak juga sih yang mulai duluan buat gara2. Idealnya, si Ayah mendukung pernyataan, Betul kata Mama, Dik. Kakak juga perlu kamu sayang dan hormati.

===


14. Menakuti Anak

Kebiasaan ini lazim dilakukan oleh para orang tua pada saat anak menangis dan berusaha untuk menenangkannya. Kita juga terbiasa mengancam anak untuk mengalihkan perhatiannya, Awas ada Pak Satpam, ga boleh beli mainan itu Hasilnya memang anak sering kali berhenti merengek atau menangis, namun secara tidak sadar kita telah menanamkan rasa takut atau benci pada institusi atau pihak yang kita sebutkan.
Sebaiknya, berkatalah jujur dan berikan pengertian pada anak seperti kita memberi pengertian kepada orang dewasa karena sesungguhnya anak2 juga mampu berpikir dewasa. Jika anak tetap memaksa, katakanlah dengan penuh pengertian dan tataplah matanya, Kamu boleh menangis, tapi Papa/Mama tetap tidak akan membelikan permen. Biarkan anak kita yang memaksa tadi menangis hingga diam dengan sendirinya.

====

15. Selalu Menuruti Permintaan Anak

Kasus ini biasanya terjadi pada orang tua yang mempunyai anak si mata wayang, anak laki2 atau perempuan yang diharapkan, anak yang didamba. Orang tua cenderung menerapkan open bar, mau apa saja boleh. Makin hari tuntutan anak semakin aneh2 dan kuat. Akibatnya kita akan kesulitan membendung keinginannya. Kelak anak yang dididik dengan cara demikian akan menjadi anak yang super egois, tidak kenal toleransi, tidak bisa bersosialisasi. Sebenranya rasa sayang tidak harus ditunjukkan dengan menuruti kemauannya, tapi kitaharus mengajrainya nilai baik dan buruk, yang benar dan yang salah, yang boleh dan tidak boleh. Kita harus selalu menerapkan pola asuh sesuai tipologi sifat dasarnya.

===

16. Terlalu Banyak LArangan

Ini adalah kebalikan dari kebiasaan di atas. Bila Kita termasuk orang tua yang berkombinasi Melankolis dan Koleris, kita mesti berhati2 karena biasanya kombinasi ini menghasilkan jenis orang tua yang Perfectionist. Orang tua jenis ini cenderung ingin menjadikan anak kita seperti apa yang kita inginkan secara SEMPURNA, kita cenderung membentuk anak kita sesuai dengan keinginan kita; anak kita harus begini tidak boleh begitu; dilarang melakukan ini dan itu.
Pada saatnya anak tidak tahan lagi dengan cara kita. Ia pun akan melakukan perlawanan, baik dengan cara menyakiti diri (jika anak kita tipe sensitive) atau dengan perlawanan tersembunyi (jika anak kita tipe keras) atau dengan perang terbuka (jika anak kita tipe ekspresif keras). Oleh karena itu, kurangilah sifat perfeksionis kita, Berilah izin kepada anak untuk melakukan banyak hal yang baik dan positif. Berlatihlah untuk selalu berdialog agar kita bisa melihat dan memahami sudut pandang orang lain. Bangunlah situasi saling mempercayai antara anak dan kita. Kurangilah jumlah larangan yang berlebihan dengan meminta pertimbangan pada pasangan kita. Gunakan kesepakatan2 untuk memberikan batas yang lebih baik. Misal, kamu boleh keluar tapi jam 9 malam harus sudah tiba di rumah. Jika kemungkinan pulang terlambar, segera beri tahu Papa/Mama.

===

17. Ucapan dan Tindakan Tidak Sesuai

Berlaku konsisten mutlak diperlukan dalam mendidk anak. Konsisten merupakan keseuaian antara yang dinyatakan dan tidakan. Anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, dan ia sanga menghormati orang-orang yang menepati janji baik untuk beri hadiah atau janji untuk memberi sanksi. So, jangan pernah mengumbar janji ada anak dengan tujuan untuk merayunya, agar ia mengikuti permintaan kita seperti segera mandi, selalu belajar, tidak menonton televise. Pikirlah terlebih dahulu sebelum berjanji apakah kita benar-benar bisa memenuhi janji tersebut. Jika ada janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf, berikan alasan yang jujur dan minta dia untuk menentukan apa yang kita bisa lakukan bersama anak untuk mengganti janji itu.

===

18. Hadiah untuk Perilaku yang Buruk

Acapkali kita tidak konsisten dengan pernyataan yang pernah kita nyatakan. Bila hal ini terjadi, tanpa kita sadari kita telah mengajari anak untuk melawan kita. Contoh klasik dan sering terjadi adalah pada saat kita bersama anak di tempat umum, anak merengek meminta sesuatu dan rengekennya menjadi teriakan dan ada gerak perlawanan. Anak terus mencari akal agar keinginnanya dikabulkan, bahkan seringkali membuat kita sebagai orang tua malu. Pada saat inilah kita seringkali luluh karena tidak sabar lagi dengan rengekan anak kita. Akhirnya kita mengiyakan keinginan si Anak. Ya sudah;kamu ambil satu permennya. Satu saja ya
Pernyataan tersebut adalah sebagai hadiah bagi perilaku buruk si Anak. Anak akan mempelajarinya dna menerapkannya pada kesempatan lain bahkan mungkin dengan cara yang lebih heboh lagi.
Menghadapi kondisi seperti ini, tetaplah konsisten; tidak perlu malu atau takut dikatakan sebagai orang tua yang kikir atau tega. Orang beefikir demikian belum membaca buku tentang ini dan mengalami masalah yang sama dengan kita. Ingatlah selalu bahwa kita sedang mendidik anak, Sekali kite konsisten anak tak akan pernah mencobanya lagi. Tetaplah KONSISTEN dan pantang menyerah! Apapun alasannya, jangang pernah memberi hadiah pada perilaku buruk si anak.

===

19. Merasa Bersalah Karena Tidak Bisa Memberikan yang Terbaik

Kehidupan metropolitan telah memaksa sebagian besar orang tua banyak menghabiskan waktu di kantor dan di jalan raya daripada bersama anak. Terbatasnya waktu inilah yang menyebabkan banyak orang tua merasa bersalah atas situasi ini. Akibat dari perasaan bersalah ini, kita, para orang tua menyetujui perilaku buruk anaknya dengan ungkapan yang sering dilontarkan, Biarlah dia seperti ini mungkin akrena saya juga yang jarang bertemu dengannya
Semakin kita merasa bersalah terhadap keadaan, semakin banyak kita menyemai perilaku buruk anak kita. Semakin kita memaklumi perilaku buruk yang diperbuat anak, akan semakin sering ia melakukannya. Sebagian besar perilaku anak bermasalah yang pernah saya (=penulis) hadapi banyak bersumber dari cara berpikir orang tuanya yang seperti ini.

Solusinya adalah
Apa pun yang bisa kita berikan secara benar pada anak kita adalah hal yang terbaik. Kita tidak bisa membandingkan kondisi sosial ekonomi dan waktu kita dengan orang lain. Tiap keluarga memiliki masalah yang unik, tidak sama. Ada orang yang punya kelebihan pada sapek finansial tapi miskin waktu bertemu dengan anak, dan sebaliknya. Jangan pernah memaklumi hal yang tidak baik. Lakukanlah pendekatan kualitas jika kita hanya punya sedikit waktu; gunakan waktu yang minim itu untuk bisa berbagi rasa sepenuhnya antara sisa2 tenaga kita, memang tidak mudah. Tapi lakukanlah demi mereka dan keluarga kita, anak akan terbiasa.

=====

20. Campur Tangan Kakek, Nenek, Tante, atau Pihak Lain

Pada saat kita sebagai orang tua sudah berusaha untuk kompak dan sepaham satu sama lain dalam mendidik anak-anak kita, tiba-tiba ada pihak ke-3 yang muncul dan cenderung membela si anak. Pihak ke-3 yang dimaksud seperti kakek, nenek, om, tante, atau pihak lain di luar keluarga inti.

Seperti pada kebiasaan ke-7 (Papa dan Mama tidak Kompak), dampak ke anak tetap negatif bila dalam satu rumah terdapat pihak di luar keluarga inti yang ikut mendidik pada saat keluarga inti mendidik;Anak akancenderung berlindung di balik orang yang membelanya. Anak juga cenderung melawan orang tuanya.

Apa yang sebaiknya kita lakukan?
Pastikan dan yakinkan kepada siapa pun yang tinggal di rumah kita untuk memiliki kesepakatan dalam mendidik dan tidak ikut campur pada saat proses pendidikan sedang dilakukan oleh kita sebagai orang tua si anak. BErikan pengertian sedemikian rupa dengan bahasa yang bisa diterima dengan baik oleh para pihak ke-3.

==

21. Mengumpan Anak yang Rewel

Pada saat anak marah, merengek atau menangis, meminta sesuatu de ngan memaksa, kita biasanya mengalihkan perhatiannya kepada hal atau barang lain. Hal ini dimaksudkan supaya anak tidak merengek lagi. Namun yang terjadi malah sebaliknya, rengekan anak semakin menjadi-jadi. Contohnya, anak menangis karena ia minta dibelikan mainan, Kemusian kita berusaha membuatnya diam dengan berusaha mengalihkan perhatiannya seperi, Tuh lihat tuh ada kakak pake baju warna apa tuh atau Lihat ini lihat, gambar apa ya lucu banget?

Ingatlah selalu, pada saat anak kita sedang fokus pada apa yang diinginkannya, ia akan memancing emosi kita dan emosinya sendiri akan menjadi sensitif. Anak kita pada umumnya adalah anak yang cerdas. ia tidak ingin diakihkan ke hal lain jika masalah ini belum ada kata sepakat penyelesaiannya. Semakin kita berusaha mengalihkan ke hal lain, semakin marah lah anak kita.

Apa yang sebaiknya dilakukan?
Selesaikan apa yang diinginkan oleh anak kita dengan membicarakannya dan membuat kesepakatan di tempat, jika kita belum sempat membuat kesepakatan di rumah. Katakan secara langsung apa yang kita inginkan terhadap permintaan anak tesebut, seperti Papa/Mama belum bisa membelikan mainan itu saat ini. Jika kamu mau harus menabung lebih dahulu. Nanti Papa/Mama ajari cara menabung. Bila kamu terus merengak kita tidak jadi jalan-jalan dan langsung pulang. Jika kalimat ini yang kita katakan dan anak kita tetap merengek, segeralah kita pulang meski urusan belanja belum selesai, Untuk urusan belanja kita masih bisa menundanya. Tapi jangan sekali-kali menunda dalam mendidik anak.

SEKIAN PENJELASANNYA:

22. Mudah Menyerah dan Pasrah
23. Marah yang Berlebihan
24. Gengsi untuk Menyapa
25. Merendahkan Diri Sendiri
26. Menunda atau Membatalkan Hukuman
27. Menghukum Secara Fisik
28. Kakak harus selalu mengalah
29 Saling Melempar TAnggung Jawab
30. Paling Benar dan PAling TAhu Segalanya

31. Suka Membandingkan
32. Mengungkit Kesalahan Masa Lalu
33. Terlalu Cepat Menyimpulkan
34. Pendengar yang Buruk
35. Mengharap Perubahan Instan
36. Penggunaan Istilah yang tidak Jelas Maksudnya
37. Memaklumi yang Tidak Pada Tempatnya.

Jumat, 22 April 2011

Lirik Lagu Avenged Sevenfold-Dear God

A lonely road
crossed another cold state line
Miles away from those I
love Purpose hard to find

While I recall
all the words you spoke to me
Can't help but wish that I was there Back
where I'd love to be, oh yeah

※ Dear God
the only thing I ask of you
Is to hold her when I'm not around
When I'm much too far away

We all need
that person who can be true
to you But I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely and I'm tired I'm missing you again
oh no, Once again

There's nothing here
for me on this barren road
There's no one here while the city sleeps
And all the shops are closed
Can't help but think
of the times I've had with you
Pictures and some memories will have to help me through
oh yeah

※ Dear God
the only thing I ask of you
is To hold her when I'm not around,
When I'm much too far away
We all need
that person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely
and I'm tired
I'm missing you
again
oh no,Once again

¤Some search,
never finding a way
Before long,
they waste away
I found you,
something told me to stay
I gave in,
to selfish ways
And how I miss someone to hold When hope begins to fade...

A lonely road,
crossed another cold state line
Miles away from those I love
Hope is hard to find

※ Dear God
the only thing I ask of you
is To hold her when I'm not around,
When I'm much too far away
We all need
the person who can be true to you
I left her when I found her
And now I wish I'd stayed
'Cause I'm lonely
and I'm tired
I'm missing you again
oh no, Once again




*Untuk terjemahnya klik sini
*Download lagunya juga bisa,
ini untuk mp3
Tautanini 3gp

Selamat mencoba ya...

Rabu, 20 April 2011

Rab Ne Bana Di Jodi - Tujh Mein Rab Dikhta Hai

Tu hi toh jannat meri,
Tu hi mera junoon
Tu hi to mannat meri,
Tu hi rooh ka sukoon

Tu hi aakhion ki thandak,
tu hi dil ki hai dastak
Aur kuch na janu mein,
bas itna hi jaanu

¤Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu
Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu
Sajdhe sar jukhta hai
Yaara mein kya karu
Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu

Ohhhh hoooo ohh….

※Kaisi hai yeh doori,
kaisi majboori
Meine nazron
se tujhe choo liya
Oh ho ho
Kabhi teri khusboo
Kabhi teri baatein
Bin mange
yeh jahan pa liya
Tu hi dil ki hai raunak,
Tu hi janmo ki daulat
Aur kuch na janoo
Bas itna hi janoo

¤Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu
Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu
Sajdhe sar jukhta hai
Yaara mein kya karu
Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu

々Vasdi vasdi vasdi,
dil di dil vich vasdi
Nasdi nasdi nasdi,
dil ro ve te nasdi
Rab Ne … Bana Di
Jodi…..haiiiiii
Vasdi vasdi vasdi,
dil di dil vich vasdi
Nasdi nasdi nasdi,
dil ro ve te nasdi

※Cham cham aaye,
mujhe tarsaye
Tera saaya ched ke chumta
Oh ho ho …
tu jo muskaye
Tu jo sharmaye
Jaise mera
hai khuda jhumta

Tu hi meri hai barkat,
tu hi meri ibadat
Aur kuch na janu,
bas itna hi janu

¤Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu
Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu
Sajdhe sar jukhta hai
Yaara mein kya karu
Tujh mein rab dikhta hai
Yaara mein kya karu

々Vasdi vasdi vasdi,
dil di dil vich vasdi
Nasdi nasdi nasdi,
dil ro ve te nasdi
Rab Ne Bana Di
Jodi.. haiiii


Download lagunya di sini

Kalau mau sama videonya yang ini

Sabtu, 16 April 2011

Terjemahan Lagu AVENGED SEVENFOLD 'Dear God'

Sebuah jalanan sepi,
yang melintasi pinggirian kota lain
yang dingin Jauh dari sesuatu yang kucinta,
tujuan yang sulit kudapatkan
Sekilas aku mengenang
kata- kata yang telah kau ucapkan kepadaku
Tetapi itu tidak bisa menolongku,
tapi hanya bisa berharap,
kalau saat itu aku ada disana
Kembali ke tempat dimana yang seharusnya kucintai,
oh yeah..

※ Ya tuhan,
hanya satu hal yang ku minta dariMu,
yaitu untuk menjaga dirinya
saat aku tak ada di sampingnya,
Ketika aku terlalu jauh darinya
Kami semua membutuhkan,
seseorang yang benar-benar tulus setia kepadaMu
Tetapi aku meninggalkannya,
saat aku menemukannya
Dan sekarang aku berharap
seandainya dulu aku tetap disana
Karena aku kesepian,
dan aku lelah
Sekarang ku merindukanMu lagi
Sekali lagi..

Tak ada sesuatu apapun disini
untukku di jalan yang tandus ini
Tak ada seseorangpun disini
ketika kota terlelap
dan semua toko telah tutup
Meski tak dapat menolongku,
tetapi ku tetap berpikir,
mengenang saat- saat kita bersama
Foto-foto dan beberapa kenangan
akan membuatku merasa tegar,
oh yeah..

※ Ya tuhan,
hanya satu hal yang ku minta dariMu,
yaitu untuk menjaga dirinya
saat aku tak ada di sampingnya,
Ketika aku terlalu jauh darinya
Kami semua membutuhkan, seseorang
yang benar-benar tulus setia kepadaMu
Tetapi aku meninggalkannya,
saat aku menemukannya
Dan sekarang aku berharap
seandainya dulu aku tetap disana
Karena aku kesepian,
dan aku lelah
Sekarang ku merindukanMu lagi
Sekali lagi..

々Berkali-kali kucari,
tak pernah menemukan jalan
Tak lama kemudian,
semuanya sia-sia
Aku menemukanmu,
sesuatu berkata kepadaku
untuk bertahan
Aku menyerah,
cara yang egois
Dan betapa aku merindukan
seseorang untuk kupeluk
Saat harapan mulai memudar

Sebuah jalanan sepi,
yang melintasi pinggirian kota lain
yang dingin Jauh dari sesuatu
yang kucinta,
tujuan yang sulit kudapatkan

※ Ya tuhan,
hanya satu hal yang ku minta dariMu,
yaitu untuk menjaga dirinya
saat aku tak ada di sampingnya,
Ketika aku terlalu jauh darinya
Kami semua membutuhkan, seseorang
yang benar-benar tulus setia kepadaMu
Tetapi aku meninggalkannya,
saat aku menemukannya
Dan sekarang aku berharap
seandainya dulu aku tetap disana
Karena aku kesepian,
dan aku lelah
Aku merindukannya lagi
Sekali lagi..

Kamis, 14 April 2011

Arti Mimpi Kuda

Berikut ini adalah tafsir mimpi / arti mimpi / makna mimpi mengenai "Kuda": Bermimpi membonceng orang yang sedang naik kuda. Artinya, Anda akan dapat mendapat cita-cita yang selama ini Anda impikan. Jika yang ditunggangi itu kuda betina, maka keinginan untuk mendapatkan kekasih atau istri sesuai idaman akan segera terkabul. Bermimpi memiliki dan mengendarai kuda. Artinya, jika Anda laki-laki yang masih sendiri, sebentar lagi ANda akan mendapatkan kekasih atau istri yang setia. Bermimpi memiliki kuda berbulu hijau. Artinya, Anda akan mendapatkan istri penyanyi atau artis. Bermimpi tentang anak kuda. Ini merupakan pertanda atau lambang anak Anda. Bermimpi seakan- akan kuda kita dicuri orang atau mati. Ini merupakan pertanda mengenai istri Anda. Bisa saja istri Anda lari / diambil orang. Bermimpi memakan daging kuda. Ini merupakan pertanda kekayaan dan keluhuran harga diri. Bermimpi melihat kuda yang tidak diketahui pemiliknya dan tidak Anda pengendaranya. Artinya, Anda akan mendapatkan kemuliaan dan derajat tinggi di tengah masyarakat. Bermimpi melihat kuda yang kita miliki masuk ke suatu tempat atau ke dalam rumah. Artinya, rumah tersebut akan dimasuki orang mulia atau orang terhormat. Bermimpi melihat kuda keluar dari rumah. Artinya, pemilik rumah tersebut akan pindah rumah atau akan meninggal dunia. Bermimpi menaiki kuda beban. Artinya, kita akan jatuh miskin.

Jumat, 08 April 2011

Cara Mengukur IQ Bayi


Tes IQ biasanya digunakan untuk mengetes tingkat kecerdasan seseorang dan sudah mulai dilakukan pada anak usia sekolah. Tapi ternyata tes IQ juga bisa dilakukan pada bayi. Bagaimana caranya?

Ada banyak faktor yang dapat menentukan tingginya tingkat kecerdasan atau IQ (Intelligence Quotient) pada anak, antara lain gen, usia ibu saat melahirkan, ASI, mendengarkan musik sejak dalam kandungan dan video pendidikan untuk bayi.

Dengan melakukan tes IQ sejak bayi, orangtua bisa menilai kemampuan kognitif anak sejak dini. Tapi untuk mengukur tingkat kecerdasan yang sebenarnya, orangtua harus menunggu sampai anak mendekati usia sekolah, sekitar 5 tahun.

Dilansir dari Livestrong, Rabu (22/9/2010), berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengukur IQ bayi:

1. Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)

Menurut Brainy Child website, Wechsler Intelligence Scale dapat mengukur kecerdasan anak. Tes Wechsler bisa diberikan untuk anak usia 6 bulan ke atas. Tes ini dapat dilakukan tanpa membaca atau menulis.

Pada tes Wechsler, anak diukur kemampuan pemahaman verbal, penalaran perseptual, pengolahan kecepatan dan memori, antara lain dengan mengumpulkan balok, angka atau gambar dalam pola menurut model atau meminta mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh penguji.

WISC digunakan tidak hanya sebagai tes kecerdasan, tetapi juga sebagai alat klinis. Banyak praktisi kesehatan menggunakannya untuk mendiagnosis gangguan hiperaktif (ADHD) dan ketidakmampuan belajar pada

2. Tes IQ Fisher-Price

Perusahaan mainan Fisher-Price mengembangkan tes kecerdasan untuk bayi. Dorothy Einon, komisaris Fisher-Price sekaligus profesor psikologi di University of London mengembangkan tes ini untuk bayi berusia 6 bulan sampai 1 tahun.

Pada tes ini, diberikan 10 pertanyaan untuk orangtua, yang dapat membantu menentukan bagaimana perkembangan kecerdasan bayinya dibandingkan dengan kecerdasan bayi rata-rata.

Dalam tes tersebut, orangtua diminta untuk menilai perilaku bayi, seperti bagaimana bayinya bermain dengan boneka beruang, apakah sang bayi dapat memainkan jenis permainan tertentu dan bagaimana bayi menanggapi jika namanya dipanggil.

3. Bayley Scales of Infant Development (BSID)

Bayley Scales of Infant Development (BSID) secara luas digunakan untuk menilai perkembangan balita. Menurut Healthline.com, BSID digunakan untuk anak-anak dari usia 1 bulan sampai 42 bulan untuk mengukur kemampuan kognitif, motorik (halus dan kasar), bahasa (reseptif dan ekspresif) dan pengembangan perilaku balita.

Bagian kognitif dari tes ini menilai kemampuan seperti ketajaman sensori, memori belajar dan pemecahan masalah, serta vokalisasi dan pembentukan konsep-konsep matematika. Tes ini juga membantu mendiagnosa dan mengobati balita dengan cacat pertumbuhan dan keterbelakangan mental.

Tes ini terdiri dari serangkaian tugas dan permainan yang membutuhkan waktu antara 45-60 menit. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut kemudian akan dikonversi dalam skala nilai dan skor komposit. Skor ini digunakan untuk menentukan kinerja anak.

health.detik.com

Rabu, 06 April 2011

Fakta Unik Q-bonk[dot]com Peringkat Pertama Google

Untuk pertama kalinya fakta unik yang saya usung melaui blog q-bonk[dot]com masuk pada peringkat pertama Google dan peringkat 4 pada Yahoo!. Beberapa bulan lamanya q-bonk tidak pernah berada pada halaman pertama, tetapi beberapa minggu terakhir sudah muncul dan hari ini yang paling istimewa adalah berada pada peringkat pertama. Sedangkan pada SE Bing masih pada halaman 4.
Saya menyadari bahwa ini tidak akan permanen dan selalu akan berubah sesuai optimasi blog lain dengan tema yang sama. Tetapi paling tidak perjuangan saya selama hampir satu tahun hari ini terpenuhi. Ini sangat menyenangkan bagi saya karena persaingan pada kata kunci ini sangat ketat.
Apa yang saya lakukan selama kurang lebih setahun untuk sampai peringkat pertama ini;
  1. Konsistem pada tema blog. Saya selalu usahakan menerbitkan artikel yang unik sesuai tema blog. Pada halaman depan saya menampilkan logo “Setiap Blog Punya Warna Sendiri”, artinya setiap blog harus mengusung tema spesifik.
  2. Saya juga menerbitkan artikel dengan topik lain tetapi sifatnya sebagai pendukung saja. Artikel pendukung ini biasanya saya gunakan jika terjadi kejenuhan untuk menulis artikel fakta unik.
  3. Optimasi search engine. Saya sangat jarang BW dan saya mengandalkan optimasi blog on-page saja. Karena pada url saya tidak menggunakan fakta unik, maka optimasi saya lakukan pada artikel saja, terutama penetapan jumlah keyword dan penempatannya dalam artikel. Ada banyak blog yang saya temui yang mengabaikan masalah ini.
  4. Optimasi Image. Walaupun robot google tidak bisa membaca gambar tetapi kita bisa membantu dia dengan mamberi atribut “alt” pada setiap image. Dan atribut tersebut diusahakan menggunakan menggunakan kata kunci dalam artikel yang bersangkutan.
  5. Rajin posting. Walaupun tidak setiap hari, tetapi paling kurang 3 hari sudah harus ada posting baru, kecuali keadaan sangat tidak memungkinkan. Jika kita malas posting, mengapa meminta orang mengunjungi blog kita tiap hari?
  6. Berdoa. Setelah kita memaksimalkan blog maka kunci terakhir adalah doa, supaya jika pengunjung kurang kita akan ikhlas menerima.

peringkat pertama google

Minggu, 03 April 2011

Sebab-Sebab Turunnya Rizki



Akhir-akhir ini banyak orang yang mengeluhkan masalah penghasilan atau rizki, entah karena merasa kurang banyak atau karena kurang berkah. Begitu pula berbagai problem kehidupan, mengatur pengeluaran dan kebutuhan serta bermacam-macam tuntutannya. Sehingga masalah penghasilan ini menjadi sesuatu yang menyibukkan, bahkan membuat bingung dan stress sebagian orang. Maka tak jarang di antara mereka ada yang mengambil jalan pintas dengan menempuh segala cara yang penting keinginan tercapai. Akibatnya bermunculanlah koruptor, pencuri, pencopet, perampok, pelaku suap dan sogok, penipuan bahkan pembunuhan, pemutusan silaturrahim dan meninggal kan ibadah kepada Allah untuk mendapatkan uang atau alasan kebutuhan hidup.

Mereka lupa bahwa Allah telah menjelaskan kepada hamba-hamba-Nya sebab-sebab yang dapat mendatangkan rizki dengan penjelasan yang amat gamblang. Dia menjanjikan keluasan rizki kepada siapa saja yang menempuhnya serta menggunakan cara-cara itu, Allah juga memberikan jaminan bahwa mereka pasti akan sukses serta mendapatkan rizki dengan tanpa disangka-sangka.

Diantara sebab-sebab yang melapangkan rizki adalah sebagai berikut:

Takwa Kepada Allah

Takwa merupakan salah satu sebab yang dapat mendatangkan rizki dan menjadikannya terus bertambah. Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.” (At Thalaq 2-3)

Setiap orang yang bertakwa, menetapi segala yang diridhai Allah dalam segala kondisi maka Allah akan memberikan keteguhan di dunia dan di akhirat. Dan salah satu dari sekian banyak pahala yang dia peroleh adalah Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dalam setiap permasalahan dan problematika hidup, dan Allah akan memberikan kepadanya rizki secara tidak terduga. Imam Ibnu Katsir berkata tentang firman Allah di atas, “Yaitu barang siapa yang bertakwa kepada Allah dalam segala yang diperintahkan dan menjauhi apa saja yang Dia larang maka Allah akan memberikan jalan keluar dalam setiap urusannya, dan Dia akan memberikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka, yakni dari jalan yang tidak pernah terlintas sama sekali sebelumnya.”

Allah swt juga berfirman, artinya, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)

Istighfar dan Taubat

Termasuk sebab yang mendatang kan rizki adalah istighfar dan taubat, sebagaimana firman Allah yang mengisahkan tentang Nabi Nuh Alaihissalam , “Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12) Al-Qurthubi mengatakan, “Di dalam ayat ini, dan juga dalam surat Hud (ayat 52,red) terdapat petunjuk bahwa istighfar merupakan penyebab turunnya rizki dan hujan.”

Ada seseorang yang mengadukan kekeringan kepada al-Hasan al-Bashri, maka beliau berkata, “Beristighfarlah kepada Allah”, lalu ada orang lain yang mengadukan kefakirannya, dan beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Ada lagi yang mengatakan, “Mohonlah kepada Allah agar memberikan kepadaku anak!” Maka beliau menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah”. Kemudian ada yang mengeluhkan kebunnya yang kering kerontang, beliau pun juga menjawab, “Beristighfarlah kepada Allah.” Maka orang-orang pun bertanya, “Banyak orang berdatangan mengadukan berbagai persoalan, namun anda memerintahkan mereka semua agar beristighfar.” Beliau lalu menjawab, “Aku mengatakan itu bukan dari diriku, sesungguhnya Allah swt telah berfirman di dalam surat Nuh, (seperti tersebut diatas, red)

Istighfar yang dimaksudkan adalah istighfar dengan hati dan lisan lalu berhenti dari segala dosa, karena orang yang beristighfar dengan lisannnya saja sementara dosa-dosa masih terus dia kerjakan dan hati masih senantiasa menyukainya maka ini merupakan istighfar yang dusta. Istighfar yang demikian tidak memberikan faidah dan manfaat sebagaimana yang diharapkan.

Tawakkal Kepada Allah

Allah swt berfirman, artinya, “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3) Nabi saw telah bersabda, artinya, “Seandainya kalian mau bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya maka pasti Allah akan memberikan rizki kepadamu sebagaimana burung yang diberi rizki, pagi-pagi dia dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi dan dishahihkan al-Albani)

Tawakkal kepada Allah merupakan bentuk memperlihatkan kelemahan diri dan sikap bersandar kepada-Nya saja, lalu mengetahui dengan yakin bahwa hanya Allah yang memberikan pengaruh di dalam kehidupan. Segala yang ada di alam berupa makhluk, rizki, pemberian, madharat dan manfaat, kefakiran dan kekayaan, sakit dan sehat, kematian dan kehidupan dan selainnya adalah dari Allah semata.

Maka hakikat tawakkal adalah sebagaimana yang di sampaikan oleh al-Imam Ibnu Rajab, yaitu menyandarkan hati dengan sebenarnya kepada Allah Azza wa Jalla di dalam mencari kebaikan (mashlahat) dan menghindari madharat (bahaya) dalam seluruh urusan dunia dan akhirat, menyerahkan seluruh urusan hanya kepada Allah serta merealisasikan keyakinan bahwa tidak ada yang dapat memberi dan menahan, tidak ada yang mendatangkan madharat dan manfaat selain Dia.

Silaturrahim

Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa silaturrahim merupakan salah satu sebab terbukanya pintu rizki, di antaranya adalah sebagai berikut: -Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, artinya, ” Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari)

Sabda Nabi saw, artinya, “Dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu , Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, ” Ketahuilah orang yang ada hubungan nasab denganmu yang engkau harus menyambung hubungan kekerabatan dengannya. Karena sesungguhnya silaturrahim menumbuhkan kecintaan dalam keluarga, memperbanyak harta dan memperpanjang umur.” (HR. Ahmad dishahihkan al-Albani)

Yang dimaksudkan dengan kerabat (arham) adalah siapa saja yang ada hubungan nasab antara kita dengan mereka, baik itu ada hubungan waris atau tidak, mahram atau bukan mahram.

Infaq fi Sabilillah

Allah swt berfirman, artinya, “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya.” (QS. 34:39)

Ibnu Katsir berkata, “Yaitu apapun yang kau infakkan di dalam hal yang diperintahkan kepadamu atau yang diperbolehkan, maka Dia (Allah) akan memberikan ganti kepadamu di dunia dan memberikan pahala dan balasan di akhirat kelak.”

Juga firman Allah yang lain, artinya, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 2:267-268)

Dalam sebuah hadits qudsi Rasulullah saw bersabda, Allah swt berfirman, “Wahai Anak Adam, berinfaklah maka Aku akan berinfak kepadamu.” (HR Muslim)

Menyambung Haji dengan Umrah

Berdasarkan pada hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Mas’ud Radhiallaahu anhu dia berkata, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, artinya, “Ikutilah haji dengan umrah karena sesungguhnya keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana pande besi menghilangkan karat dari besi, emas atau perak, dan haji yang mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.” (HR. at-Tirmidzi dan an- Nasai, dishahihkan al-Albani) Maksudnya adalah, jika kita berhaji maka ikuti haji tersebut dengan umrah, dan jika kita melakukan umrah maka ikuti atau sambung umrah tersebut dengan melakukan ibadah haji.

Berbuat Baik kepada Orang Lemah

Nabi saw telah menjelaskan bahwa Allah akan memberikan rizki dan pertolongan kepada hamba-Nya dengan sebab ihsan (berbuat baik) kepada orang-orang lemah, beliau bersabda, artinya, “Tidaklah kalian semua diberi pertolongan dan diberikan rizki melainkan karena orang-orang lemah diantara kalian.” (HR. al-Bukhari) Dhu’afa’ (orang-orang lemah) klasifikasinya bermacam-macam, ada fuqara, yatim, miskin, orang sakit, orang asing, wanita yang terlantar, hamba sahaya dan lain sebagainya.

Serius di dalam Beribadah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallaahu anhu, dari Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman, artinya, “Wahai Anak Adam Bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada Ku, maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kecukupan dan Aku menanggung kefakiranmu. Jika engkau tidak melakukan itu maka Aku akan memenuhi dadamu dengan kesibukan dan Aku tidak menanggung kefakiranmu.”

Tekun beribadah bukan berarti siang malam duduk di dalam masjid serta tidak bekerja, namun yang dimaksudkan adalah menghadirkan hati dan raga dalam beribadah, tunduk dan khusyu’ hanya kepada Allah, merasa sedang menghadap Pencipta dan Penguasanya, yakin sepenuhnya bahwa dirinya sedang bermunajat, mengadu kepada Dzat Yang menguasai Langit dan Bumi.

Dan masih banyak lagi pintu-pintu rizki yang lain, seperti hijrah, jihad, bersyukur, menikah, bersandar kepada Allah, meninggalkan kemaksiatan, istiqamah serta melakukan ketaatan, yang tidak dapat di sampaikan secara lebih rinci dalam lembar yang terbatas ini. Mudah-mudahan Allah memberi kan taufik dan bimbingan kepada kita semua. Amin.

***

*( Sumber: Kutaib “Al Asbab al Jalibah lir Rizqi”, al-qism al-ilmi Darul Wathan. )*


Sumber2: alsofwah

Ada kesalahan di dalam gadget ini

detector

Template by - Abdul Munir | Daya Earth Blogger Template